dulu sy pernah punya komitmen kalau saya tidak akan menikah sebelum lulus kuliah atau sebelum pendidikan selesai, sy selalu mengejar kehidupan dunia sampai akhirnya Allah pun berkehendak lain. ternyata Allah ingin sy tdk memperbanyak dosa sy dengan berpacaran dgn pria yg bukan mahramnya, akhirnya sy bertemu dgn seorang pria yg alhamdulillah sudah mempunyai niat untuk menikahi sy. kami berpacaran sudah setahun, dan akan mempunyai niat untuk mengikuti sunnah Rasullullah untuk menikah. kami masih muda, usia sy tahun ini baru 21 tahun dan usia dia baru 24 tahun. banyak org yg bilang ngapain sih nikah cepet2, kuliah dulu aja selesain nnti kalo udh nikah ribet lagi jd males kuliahnya, kejar dulu ilmunya jodoh kan ga akan kemana, itu buat saya jd down berpikir ulang untuk menikah cepat diusia muda. saya pernah berpikir bener juga mendingan selesain dulu kuliahnya bru deh nikah biar ga ada beban lagi. tapi itu semua salah ternyata, jodoh, rezeki, dan maut itu sudah ketentuan dari Allah. kapan jodoh itu datangpun itu semua kehendak Allah. dan Allah udh kasih kita jodoh dengan cara mmberikan pria yg sudah punya niat untuk menikahi kita, dan sudah membawa org tuanya ke rumah kita. dan saya bangga sm pria itu, dia membuktikan ke org tua sy kalau dia benar2 serius dengan hubungan ini. dia itu seorang guru olahraga, belum menjadi PNS tp dia sudah berani untuk menikahi wanita seperti saya ? saya kagum, karena dia tidak menunggu sukses untuk menikahi wanita yg dicintainya. dia pernah bilang sama sy rezeki itu sudah ada yg atur, jgn pernah takut, yg penting aku udah mau mengikuti sunah Rasullullah untuk nikah sama kamu. kata2 itu yg selalu sy ingat, dan buat kalian sy pengen kasih pencerahan untuk kalian semua, semoga bermanfaat :)
Adapun seseorang yang belum menikah, maka pada hakikatnya dirinya terus terhalangi untuk mendapatkan ilmu. Jika pikiran dan jiwa masih terus merasakan was-was, maka ia pun sulit mendapatkan ilmu. Namun jika ia bersegera menikah, lalu jiwanya tenang, maka ini akan lebih akan menolongnya. Inilah yang memudahkan seseorang dalam belajar dan tidak seperti yang dinyatakan oleh segelintir orang.
Menikah adalah ketetapan Allah untuk manusia yang
seharusnya kita jalani, bukan semata-mata khayalan. Menikah termasuk salah satu
pintu mendatangkan kebaikan bagi siapa yang benar niatnya. Dan dengan segera
menikah kita akan semakin mudah mendapatkan kebaikan dan keberkahan.
Menikah diwaktu muda mungkin ada
sebagian orang yang menafikan tentang keindahan dan kenikmatan yang dirasakan
bagi pasangan tersebut. Banyak hal miring yang dilontarkan oleh beberapa orang
untuk menggunjingkan pemuda yang berani menikah, sedangkan umurnya masih muda.
Ada yang beranggapan bahwa masa muda adalah masa untuk senang-senang, masa
untuk mewujudkan mimpi, masa bebas untuk berbuat sekehendak hati dll.
Anggapan tersebut ternyata tidak
semuanya benar. Adakalanya masa muda adalah masa yang kritis dan berbahaya
sekaligus rentan. Jika saja sang pemuda tidak pandai membentengi diri, niscaya
akan banyak dari mereka yang terjerumus kelembah kemaksiatan. Perzinahan,
pemerkosaan, pembunuhan dll. Itu semua akibat lemahnya iman yang ada pada diri pemuda.
Oleh karenanya Rasulullah SAW
memerintahkan bagi mereka yang ‘mampu’ untuk segera menikah:
“Wahai kaum muda, barangsiapa di
antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan
pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka
hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” Shahiih al-Bukhari
Ini ulasan tentang indahnya,
nikmatnya nikah, dan sekaligus sangkalan atau bantahan bagi mereka yang belum
berani menikah diusia muda:
1. Ada yang
mengatakan bahwa nikah di usia muda dapat membebani seorang pemuda dalam
mencari nafkah untuk anak dan istrinya.
Hal ini tidak selamanya benar, dan
tidak perlu merasa ketakutan akan kekurangan rezeki. Sesungguhnya jika kita
menyadari dan yakin dengan sepenuhnya, menikah itu membawa keberkahan dan
kebaikan bagi suami dan istri. Menikah atas dasar lillahita’ala demi menjaga
hati dan diri agar tidak terjerumus dalam kenistaan, berarti orang tersebut
telah menjalankan apa yang Rasulullah perintahkan sesuai dengan hadits diatas.
Jika engkau menjalani nikah, maka
Allah akan memudahkan rizki untuk dirimu dan anak-anakmu. Allah Ta'ala
berfirman,
Kami akan memberi rezki kepadamu dan
kepada mereka.” (QS. Al An'am: 151
2. Nikah
di usia muda akan membuat lalai dalam menuntut ilmu dan menyulitkan
dalam belajar.
Alasan kedua ini juga tidak benar.
Siapa bilang menikah muda menghambat kita dalam mencari ilmu? Siapa bilang
nikah menyulitkan kita dalam belajar? Yang berani mengatakan demikian, pasti
mereka ini belum merasakan nikmatnya belajar sambil bercanda ria dengan
pasangan yang halal. Benarkah?
Sungguh salah sekali jika menikah
itu menghambat karir kita, malahan justru sebaliknya. Menikah muda yang
diiringi dengan mengejar karir itu memiliki keistimewaan tersendiri. Jika kita
segera menikah, maka akan lebih mudah untuk mendapat ketenangan jiwa dan
mendapatkan penyejuk hati karena anak maupun istri. Bahkan istri tersebut dapat
lebih menolong kita untuk mendapatkan ilmu. Jika jiwa dan pikiran telah tenang
karena istri dan anak, maka kita akan semakin mudah untuk mendapatkan ilmu.
Adapun seseorang yang belum menikah, maka pada hakikatnya dirinya terus terhalangi untuk mendapatkan ilmu. Jika pikiran dan jiwa masih terus merasakan was-was, maka ia pun sulit mendapatkan ilmu. Namun jika ia bersegera menikah, lalu jiwanya tenang, maka ini akan lebih akan menolongnya. Inilah yang memudahkan seseorang dalam belajar dan tidak seperti yang dinyatakan oleh segelintir orang.
Ketahuilah bahwa Allah sendiri telah
berjanji untuk senantiasa menolong orang yang berani menyempurnakan sunah
Rasulullah SAW tersebut. Dalam hadits dikatakan:
“Ada
tiga golongan yang pasti akan ditolong oleh Allah SWT. Yaitu:
1, Orang yang menikah karena menjaga
kehormatannya
2. Budak yang mengadakan perjanjian
dengan tuannya untuk memerdekakan dirinya dengan bayaran tebusan tertentu
3. Orang yang berperang dijalan
Allah.
00.25 |
Category: |
0
komentar

Comments (0)