Allah memang tak pernah menjanjikan hidup hamba-Nya untuk
slalu mudah tanpa hambatan. Justru, akan selalu ada kelokan, ada jln yg
menanjak,ada jalan lurus penuh kerikil dan batu, ada jalan berliku penuh
tebaran paku, atau ada jalan bersisikan jurang yang sangat curam.
Tapi, percayalah adanya hambatan tsb bukan unk menghentikan
langkah kaki kita. Bukan pula unk mematikan harapan hidup manusia. Namun, semua
ada didepan mata unk menambah kewaspadaan, kecermatan, dan kecerdasan dlm
menghadapi masalah yg pernah, sedang dan akan hadir. Pada kenyataan yg terasa
tak bersahabat, aku bersandar pd takdir hidup yg telah Allah tetapkan. Apapun yg
menjadi ketetapanNya adh skenario dan jalan hidup terbaik untukku.
Tak perlu risaukan rintangan apa yg akan terbentang didepan,
aku cukup persiapkan diri dan perbanyak doa agar kuat lewati semua.
I will do my best and let Allah do the rest.
Kita ini Cuma numpang dibumi Allah. Sudah dikasih hidup,
diksh nafas, diksh jasad, diksh makan, diksh minum, diksh otak dan akal,
disediakan kluarga, sahabat, dan saudara, disediakan rumah, diberi ini, diberi
itu.
Sudahlah, apa lg yg mau kita tuntut dari Tuhan kita? Apa lg
yg mau kita mita dr Allah ? sementara kebutuhanmu sudah tersedia. Percaya saja
pada apa2 ketetapan dariNya. Berjalan saja pada rel aturanNya. Dan satu hal yg
perlu kita sadari: Allah tdk mungkin menyengsarakan hambaNya.
Kelak akan gagal? Tak perlu khawatir, tak perlu risau, ga
ush galau. Msh ada ribuan jalan lain yg bahkan tak kita ketahui keberadaannya. Selama
msh ada semangat untuk bangkit, kegagalan bukanlah akhir dr segala. Namun awal
dari keberhasilan yg tertangguhkan. Namun hnya perlu unk belajar.
Rupanya berhasil ? bersyukurlah. Mungkin semua adh buah dr
kesabaran n keikhlasan yg engkau tanamkan. Mungkin memang sudah saatnya memetik
buah dr kerja keras slama ini. Pada kenyataan yg terasa tak bersahabat, aku
ucapkan terima kasih karena aku baru mengerti hidup bukan perkara sedikit atau
banyak, tapi keberkahan dan ridho Allah atas segala usaha yg kita lakukan
sbagai hambaNya.
21.25 |
Category: |
0
komentar

Comments (0)